DETASEMEN GEGANA

TUNGGUL SUBDEN GEGANA SATBRIMOB POLDA JATIM

BENTUK

Sisi kiri Tunggul berisi Lambang Dhuaja Satbrimob Polda Jatim, sisi kanan Tunggul berisi Lambang Kesatuan berbentuk Burung Gelatik yang sedang menukik dengan dasar tameng berwarna putih.

ARTI GAMBAR

  1. Burung Gelatik (Sitta Frontalis). Burung Gelatik merupakan suatu burung yang banyak dijumpai di Pulau Jawa bagian Timur. Burung Gelatik  merupakan burung kecil yang gesit dan aktif, paruhnya yang kecil dan tajam untuk membuka celah-celah saat mengambil serangga atau biji. Burung Gelatik mempunyai kebiasaan bergerak  berpasangan atau dalam kelompok, burung ini tidak banyak suara, karakteristik dari burung ini  melambangkan dalam menjalankan tugasnya anggota Detasemen Gegana Satbrimob Polda Jatim senantiasa bergerak dalam ikatan kelompok (Detasemen, Unit ataupun team) yang solid dan terkendali serta dibekali ilmu pengetahuan dan keterampilan untuk mendukung tugas pokoknya.

  2. Tameng berwarna putih. Tameng berwarna putih melambangkan kesucian hati dari setiap anggota Detasemen Gegana Satbrimob Polda Jatim, dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat.

  3. Pita merah putih. Pita merah putih melambangkan bendera Negara Kesatuan Republik Indonesia, menunjukkan kecintaan anggota Detasemen Gegana Satbrimob Polda Jatim terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.

  4. Warna dasar merah hati. Warna dasar merah hati melambangkan bahwa dalam menjalankan tugasnya sebagai insan Bhayangkara penindak gangguan Kamtibmas berkadar tinggi, khususnya kejahatan terorganisir yang menggunakan senjata api dan atau bahan peledak serta perlawanan teror senantiasa didasari dengan hati nurani yang luhur.

WARNA

Warna Tunggul Detasemen Gegana Satbrimob Polda Jatim pada sisi tiang berwarna hitam dan sisi kanan berwarna merah hati.

SEMBOYAN / SASANTI DETASEMEN GEGANA SATBRIMOB POLDA JATIM

Semboyan / Sasanti Detasemen Gegana tertera pada tulisan di dalam tunggul yang berbunyi BUDI, CENDIKIA, BHAKTI. Adapun arti dari semboyan / sasanti adalah

  • BUDI : Sebagai insan-insan Bhayangkara Kepolisian Republik Indonesia yang berdinas di Kesatuan Detasemen Gegana Satbrimob Polda Jatim, setiap individu wajib menjunjung tinggi kode etik profesi kepolisian yang dilandasi oleh 4 Pilar Etika, yaitu Etika Pengabdian, Etika Kelembagaan, Etika Kenegaraan dan Etika berhubungan dengan masyarakat.

  • CENDIKIA : Sebagai anggota Detasemen Gegana Satbrimob Polda Jatim yang mempunyai Tugas Pokok, Fungsi dan Peranan spesifik, maka harus memiliki suatu pengetahuan dan pemahaman luas serta berwawasan ilmu, ilmiah dan alamiah.

  • BHAKTI : Bahwa sebagai anggota Detasemen Gegana Satbrimob Polda Jatim memiliki kewajiban moral untuk mengabdikan seluruh jiwa dan raganya demi Kemanusiaan.

Sehingga makna dari semboyan / sasanti BUDI, CENDIKIA, BHAKTI adalah bahwa setiap individu anggota Detasemen Gegana Satbrimob Polda Jatim senantiasa menjunjung tinggi etika dalam Pengabdiannya dan memiliki wawasan pengetahuan luas serta memiliki integritas moral dan intelektual yangs bersinergi untuk melaksanakan tugas-tugas penanggulangan kejahatan yang berkadar tinggi demi keamanan dalam negeri pada umumnya dan wilayah hukum Polda Jatim pada khususnya, sebagaimana tekad yang tertuang dalam motto pengabdian JIWA RAGAKU DEMI KEMANUSIAAN, motto Oprasional SEKALI MELANGKAH PANTANG MENYERAH SEKALI TAMPIL HARUS BERHASIL dan motto Pembinaan TIADA HARI TANPA LATIHAN.