DETASEMEN C PELOPOR

TUNGGUL DETASEMEN C SATBRIMOB POLDA JATIM

MAKNA TULISAN

SATYA

Setia kepada Negara dan Bangsa, patuh dan taat hukum demi terwujudnya tugas pokok Brimob.

BHAKTI

Berbhakti kepada Negara dan Bangsa dengan profesionalisme Brimob senantiasa sebagai Pelindung Pengayom dan Pelayan bagi masyarakat.

WASPADA

Senantiasa selalu tanggap terhadap setiap perkembangan situasi guna menjamin keamanan dan ketertiban yang mantap dan kondusif.

MAKNA GAMBAR :

GAPURA

Merupakan simbol Duaja Satya Dira Jati milik Satbrimob Polda Jatim.

HURUF C

Merupakan simbol kesatuan Detasemen C Madiun.

PERISAI MERAH

Melambangkan keberanian dalam melaksanakan dan menyelesaikan tugas  yang senantiasa berpegang teguh pada hukum dan undang-undang

BURUNG MERPATI DENGAN WARNA BULU PUTIH

  • Burung merpati melambangkan perdamaian.

  • Bulu warna putih melambangkan kesucian.

  • 8 helai bulu ekor melambangkan 8 penjuru angin yang menggambarkan  kesiapan  segala bentuk penugasan.

  • 14 helai bulu sayap  melambangkan tanggal terbentuknya Korps Brimob.

  • 11 helai bulu leher  melambangkan bulan terbentuknya Korps Brimob yang jatuh pada bulan November.

PITA KUNING EMAS

Melambangkan kejayaan kesatuan.

BENDERA DENGAN DASAR WARNA HITAM

Melambangkan keabadian, semangat dan ketulusuan sifat.

1.BENTUK :

Sisi kiri Tunggul berisi lambang Dhuaja Satbrimob Polda Jatim. Tunggul menggunakan lambang Merpati dengan warna bulu putih yang mengepakkan sayap dan mencengkeram pita kuning emas serta latar belakang perisai merah.

2.WARNA :

Bendera menggunakan dasar warna hitam, bulu merpati warna putih, pita kuning emas dan perisai merah.

3.NAMA :

Satya Bhakti Waspada.

4.ARTI :

“Setia, berbakti dan waspada”, kesatuan yang senantiasa setya kepada sumpah dan janji kepada  Negara Indonesia,  mendarmakan baktikan jiwa dan raga untuk kemanusiaan dan senantiasa waspada terhadap ancaman keselamatan Negara.